Strategi Pembelajaran

 Muhammad Haidir (11901037)


Menurut Mulyasa “Strategi pembelajaran yaitu strategi yang digunakan dalam pembelajaran, seperti diskusi, pengamatan dan tanya jawab, serta kegiatanlain yang dapat mendorong pembentukkan kompetensi peserta didik”. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik.

Strategi belajar mengajar adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelaajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas nelajar mengajar.

Implementasi konsep strategi pembelajaran dalam kondisi proses belajar mengajar ini ada beberapa pengertian, antara lain:

1.      Strategi dalam proses pembelajaran merupakan suatu rencana yang dipersiapkan seksama untuk mencapai tujuan-tujuan belajar.

2.      Strategi pembelajaran merupakan suatu keputusan bertindak dari guru dengan menggunakan kecakapan dan sumber daya pendidikan yang tersedia untuk mencapai tujuan melalui hubungan yang efektif antara lingkungan dan kondisi yang paling menguntungkan.

3.      Strategi merupakan pola umum perbuatan guru dan peserta didik di dalam perwujudan pembelaajaran.

4.      Strategi pembelajaran merupakan agris besar bertindak dalam mengelola proses kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Strategi pembelajaran adalah beberapa alternative model, metode, cara-cara menyelengarakan kegiatan belajar mengajar yang merupakan pola-pola umum kegiatan yang harus diikuti oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan instruksional yang telah ditetapkan.

Strategi dan ciri pengajaran dalam menghadapi perbedaan modalitas belajar peserta didik:

1.      Strategi pembelajaran menghadapi orang visual

a.       Menggunakan materi visual seperti gambar-gambar, diagaram, peta, dan lain-lain.

b.      Menggunakan warna untuk menandai hal-hal penting.

c.       Dirangsang untuk membaca buku-buku berilustrasi.

d.      Menggunakan multimedia (film, lagu, dan lain-lain).

e.       Mendorong anak mengilustrasikan fikiran-fikirannya dengan menggambar.

2.      Strategi belajar menghadapi orang kinestetik

a.       Jangan paksakan belajar dalam waktu lama.

b.      Mengajak anak belajar dengan mengeskplorasi lingkungannya.

c.       Mengizinkan anak mengunyah permen karet saat belajar.

d.      Menggunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.

e.       Mengizinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan music.

3.      Strategi belajar menghadapi belajar auditorial

a.       Melibatkan peserta didik berpartisipasi untuk diskusi.

b.      Mendorong peserta didik membaca materi pelajaran dengan suara keras.

c.       Menggunakan iringan music saat mengajar.

d.      Mendiskusikan ide dengan peserta didik secaara verbal.

e.       Membiarkan anak merekam pembelajaran dan mengulangi lagi di rumah.

Berikut ini merupakan macam-macam dari strategi pembelajaran aktif:

1.      Critical Incident (Pengalaman Penting)

Strategi ini digunakan untuk memulai pelajaran/ perkuliahan. Tujuan dari penggunaan strategi ini adalah untuk melibatkan siswa/ mahasiswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka.

Langkah-langkah:

a.       Sampaikan kepada peserta didik topic atau materi yang akan dipelajari dalam pertemuan ini.

b.      Beri kesempatan beberapa menit kepada peserta didik untuk mengingat kembali pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.

c.       Tanyakan pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan.

d.      Sampaikan materi pelajaran dengan mengaitkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan materi yang akan disampaikan.

2.      Prediction Guide (Tebak Pelajaran)

Ini adalah strategi yang digunakan untuk melibatkan peserta didik di dalam proses pembelajara secara aktif dari awal sampai akhir. Dengan strategi ini peserta didik diharapkan dapat terlibat dalam pembelajaran semenjak awal pertemuan dan tetap mempunyai perhatian ketika guru menyampaikan materi.

Langkah-langkah:

a.       Tentukan topic yang akan disampaikan.

b.      Bagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil.

c.       Guru meminta peserta didik untuk menebak apa saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran kali ini.

d.      Peserta didik diminta untuk membuat perkiraan-perkiraan itu di dalam kelompok kecil.

e.       Sampaikan materi pelajaran secara interaktif.

f.       Selama proses pembelajaran, peserta didik diminta untuk mengidentifikasikan tebakan mereka yang sesuai dengan materi yang disampaikan.

g.      Di akhir pembelajaran, tanyakan berapa jumlah tebakan mereka yang benar.

3.      Teks Acak

Strategi ini sangat baik digunakan untuk mata pelajaran bahasa. Dengan strategi ini, peserta didik dituntut untuk berpikir logis dengan mengurutkan suatu alur cerita atau bacaan.

Langkah-langkah:

a.       Pilih bacaan yang akan disampaikan.

b.      Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian. Potongan bisa dilakukan per kalimat atau per dua kalimat.

c.       Bagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil.

d.      Beri setiap kelompok satu bacaan utuh yang sudah dipotong-potong.

e.       Tugas peserta didik adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut.

f.       Pelajari teks bacaan dengan peserta didik, dengan cara yang telah dikehendaki.

4.      Reading Guide (Panduan Membaca)

Dalam beberapa kesempatan, seiring terdapat kejadian bahwa materi tidak dapat diselesaikan di dalam kelas dan harus diselesaikan di luar kelas karena banyaknya materi yang harus diselesaikan. Dalam keadaan seperti ini strategi ini dapat digunakan secara optimal.

Langkah-langkah:

a.       Tentukan bacaan yang akan dipelajari.

b.      Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta didik atau kisi-kisi dan boleh juga bagan atau skema yang dapat diisi oleh mereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.

c.       Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada peserta didik.

d.      Tugas peserta didik adalah mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktifitas ini sehingga tidak akan memakan waktu yang berlebihan.

e.       Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawabannya kepada peserta didik.

f.       Di akhir pelajaran beri ulasan secukupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Evaluasi